Monday, 23 January 2012

Bersabar Menanti kEhadiranmU , , =)


Duhai hati..
Sabarlah menunggu ,
Janji ALLAH kan pasti
Hadir untuk datang menjemput hatimu ,
Sabarlah menanti usahlah ragu ,
Kekasih kan datang sesuai Iman dihati ,,
Dan Harapan kan menghampiri ,,
Sesuai ikhtiarnya masing-masing...
Bila HATI tertaut pada yang ILAHI
Tak ada yg mesti kita takuti ...Bila sudah masanya.....
Kebahagiaan yg dinanti kan kau rengkuh jua
Yakinlah padaNya....((^_^))

Ya Rabb..

Tautkanlah hatiku dan hatinya dalam INDAHnya mencintai kerana-Mu ..Aamiin ya Rabb..
Untukmu CINTA,...Yang hadir di hati tanpa sebab, tanpa syarat,tak terbatas oleh ruang,waktu dan jarak yang membentang...
Andai benar cinta itu kerana Allah biarkanlah Allah Sang Pemilik Cinta yang mengatur segalanya hingga KEINDAHAN itu datang pada waktunya dengan orang yang TERBAIK yang Allah pilihkan untuk kita..

^_^


Rabiatul Adawiyah

Engkau bermula dengan sengsara
Dalam mencari bahagia
Terasa bagai bayang-bayang
Gelap walau di suluh cahaya

Pepasir pantai pun berubah
Pabila hakikat melanda
Ketenangan yang kau cari
Terpancar di lorong sufi

Kau hias rumah kasih abadi
Serik menghiasi singgahsanamu
Kau berjaya merubah segala
Kasih semalam menjadi esok

Kelunakan tangisan kasihmu
Dalam simpuhan ketaatan
Bagi mengharapkan keredhaan
Dari mu Tuhan pencipta alam

Rabiatul Adawiyah
Serikandi yang tercipta
Sungguh agung pengabdianmu
Kau berjaya menjadi ikhtibar

Asmaramu dihampar suci
Pintalan dari awanan putih
Membuahkan titisan rahmat
Menyuburkan mawar yang layu

Namamu menjadi sanjungan
Ikutan ummah sepanjang zaman
Ayuh bersama kita susuri
Perjalanan kekasih Allah

In-Team

Sunday, 25 December 2011

Bolehkah Aku Kecewa??


Manusia Bertanya : Bolehkah aku kecewa ?
Qur’an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)
 
.Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur’an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melain
kan sesuai dengan kesanggupannya………. (Al-Baqarah : 286
.
Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?

Qur’an Menjawab : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur’an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (sahaja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur’an Menjawab : ………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur’an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur’an Menjawab : ….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal……. (At-Taubah : 129)

Manusia Bertanya : Apa yang aku dapat dari semua ujian ini?
Qur’an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)
 

Muslimah Itu



Muslimah itu ibarat bunga, cantik indahnya pada pandangan mata hanya sementara. Yang kekal menjadi pujaan manusia, hanyalah muslimah yang mulia akhlaknya.

Seorang Muslimah itu
Yang lembut itu fitrah tercipta, halus kulit, manis tuturnya, lentur hati… tulus wajahnya, setulus rasa membisik di jiwa, di matanya cahaya, dalamnya ada air, sehangat cinta, sejernih suka, sedalam duka, ceritera hidupnya. 


Seorang Muslimah itu

Hatinya penuh manja, penuh cinta, sayang semuanya, cinta untuk diberi…  cinta untuk dirasa… Namun manjanya bukan untuk semua, bukan lemah, atau kelemahan dunia … Dia boleh kuat, boleh menjadi tabah, boleh ampuh menyokong pahlawan-pahlawan dunia… begitu unik tercipta, lembutnya bukan lemah, tabahnya tak perlu pada jasad yang gagah

Seorang Muslimah itu
Teman yang setia, buat Adam dialah Hawa, tetap di sini…  dari indahnya jannah, hatta ke medan dunia, hingga kembali mengecap nikmatNya

Seorang Muslimah itu
Boleh seteguh Khadijah, yang suci hatinya, tabah & tenang sikapnya, teman Rasul, pengubat duka & laranya… bijaksana, menyimpan i­lmu, si teman bicara, dialah ├âishah, penyeri taman Rasulullah, dialah Hafsah, penyimpan mashaf pertama kalamullah

Seorang Muslimah itu
Boleh setabah Maryam, meski dicaci meski dikeji, itu hanya cercaan manusia, namun sucinya ALLah memuji… Seperti Fatimah kudusnya, meniti hidup seadanya, puteri Rasulullah… kesayangan ayahanda, suaminya si panglima agama, di belakangnya dialah pelita, cahaya penerang segenap rumahnya, ummi tersayang cucunda Baginda… dia segagah Nailah, dengan dua tangan tegar melindung khalifah, meski akhirnya bermandi darah, meski akhirnya khalifah rebah, syahid menyahut panggilan Allah.

Seorang Muslimah itu
Perlu ada yang membela, agar mereka terdidik jiwa, agar mereka terpelihara… dengan mengenali Rabbnya, dengan cinta Rasulnya… dengan yakin Deennya, dengan teguh aqidahnya, dengan utuh cinta yang terutama, Allah jua RasulNya, dalam ketaatan penuh setia . Pemelihara maruah dirinya, agama, keluarga & ummahnya

Seorang Muslimah itu
Melenturnya perlu kasih sayang, membentuknya perlu kebijaksanaan, kesabaran dan kemaafan, keyakinan & penghargaan, tanpa jemu & tanpa bosan, memimpin tangan, menunjuk jalan
.
Seorang Muslimah itu
Yang hidup di alaf ini, gadis akhir zaman, era hidup perlu berdikari… dirinya terancam dek fitnah, sucinya perlu tabah, cintanya tak boleh berubah, tak boleh terpadam dek helah, dek keliru fikir jiwanya, kerna dihambur ucapkata nista, hanya kerana dunia memperdaya… kerna seorang gadis itu, yang hidup di zaman ini… perlu teguh kakinya, mantap iman mengunci jiwanya, dari lemah & kalah, dalam pertarungan yang lama… dari rebah & salah, dalam perjalanan mengenali Tuhannya, dalam perjuangan menggapai cinta, nikmat hakiki seorang hamba, dari Tuhan yang menciptakan, dari Tuhan yang mengurniakan. Seorang gadis itu,  anugerah istimewa kepada dunia!

Seorang Muslimah itu
Tinggallah di dunia, sebagai  mujahidah, pejuang ummah… anak ummi & ayah, muslimah yang solehah… kelak jadi ibu, membentuk anak-anak ummah, rumahnya taman ilmu, taman budi & marifatullah.

Seorang Muslimah itu
Moga akan pulang, dalam cinta & dalam sayang, redha dalam keredhaan, Tuhan yang menentukan…  seorang gadis itu dalam kebahagiaan! Moga Al – Rahman melindungi, merahmati dan merestui, perjalanan seorang gadis itu… menuju cintaNYA yang ABADI.

Belajar "Direct" dari Allah


 Kadang-kadang,
Kita selalu melihat kehidupan orang lain yang lebih baik.

Kita melihat dia punya segala-galanya.
Kita merasa,
Dia selalu bahagia.

Semata-mata kerana dia punya apa yang tidak kita ada.
Tapi sebenarnya,
Kehidupan kita ada sisi yang lebih baik darinya.

Cuma bila kita tak membuka mata,

Untuk menilai ujian sebagai bonus untuk “top up” nilai-nilai kehidupan,

Maka yang terlihat hanya kekurangan.
Kenapa tidak mengambil peluang,
Agar kekurangan kita membuat kita sedar diri,

Agar keaiban kita membuat kita malu untuk mengumbar aib orang lain,
Kadang-kadang,
Apa yang kita takde itulah,

Yang membuat kita menghargai apa yang orang lain sia-siakan.

Kekurangan kita itulah,

Yang membuat kita mensyukuri perkara2 kecil yang orang lain abaikan.
DIA mengajar kita dengan caraNYA..
Cuma bila kita tak redha, dan tak mahu terima,

Maka kita akan rugi, belajar ‘direct’ dari tarbiahNYA.

Friday, 16 December 2011

ANa Uhubbuki FiLLaH....



Saat aku terjatuh engkau sentiasa berusaha membuatku bangun

Saat aku tersenyum, engkau pun tersenyum dengan indah
Saat aku bersedih, engkau sentiasa menghiburku
... Dan saat aku melakukan kesalahan, engkau sentiasa menegurku…
Tidak mengenal waktu, tempat, bila dan dimana
Engkau selalu sedia membantuku
Engkau selalu membantuku disaat aku kesulitan
Engkau selalu ada saat aku memerlukanmu


Ukhtifillah..

Kutahu diriku dan dirimu tidak lahir dari rahim ibu yang sama
Namun, persaudaraan yang kita jalinkan, sungguh melebihi dari persaudaraan pertalian darah…
Engkau menjalin persaudaraan denganku bukan kerana melihat kepandaian atau bodohnya aku
Bukan kerana melihat kecantikan dan hodohnya diriku
bukan kerana melihat kaya atau miskinnya keluargaku..
Tapi, engkau dan diriku bersaudara hanya kerana satu alasan….
Yaa… Fillah..kerana Allah…

Ukhtifillah…

Kuingat diriku yang penuh kekurangan ini..
Saat aku berdiri dihadapanmu dengan segunung masalah yang kuhadapi..
Kutampakkan wajah kusamku di hadapanmu..
Tapi, dirimu begitu sabar menghadapiku…
Wajah muramku tak membuatmu berhenti untuk tersenyum padaku dan mengatakan
"Ukhti, senyum dulu,baru nampak kemanisan di wajahmu.…" =)
Walaupun bibir ini teramat sukar untuk tersenyum saat itu
Tapi hati ini begitu bahagia..bahagia kerana engkau sentiasa menghiburku..




Ukhtifillah…

Jika boleh diri ini meminta…
Aku mohon kepadamu..
Jangan pernah menjauh dariku
Tetaplah bersamaku dalam menghadapi ujian di jalan dakwah
Jangan pernah berhenti menasihatiku jika berbuat kesalahan
Dan maafkan diriku jika pernah membuatmu terluka…

Ukhtifillah…

Ku ingin berada di mimbar cahaya kelak bersamamu…
Ku ingin meraih syurga dengan dirimu…
Kerana sesungguhnya..ku mencintaimu kerana Allah….
~Menyemai Ukhuwah Mahabbah Fillah~

*syukran ukhti Khairul 'Atiyyah 

Sunday, 11 December 2011

Salah SiApa???



Allah!!!, entah mengapa ungkapan itu terbit tiba-tiba dari lidahku, mungkin inilah yang dikatakan fitrah seorang hamba yang memang tidak berdaya dan sentiasa mengharapkan limpahan kekuatan dan keinginan dalam meneruskan perjuangan yang semakin hari ku lihat semakin sukar.

Memang sejak kebelakangan ini hatiku membentak tentang tugasan yang padat menghujani aku satu persatu.

Jiwa yang dulunya tampak gagah kini meronta-ronta untuk dilepaskan dari segala bebanan ini.

Bukan aku tak mahu, tapi entahlah inilah kali pertama aku merasakannya dan semangatku kian padam dan semakin menghitam.

Salah Siapa

Hari demi hari yang aku lalui kini semata-mata menyalahkan orang lain diatas perasaanku yang kacau bilau ini.

Tetapi yang menghairankan, semakin banyak aku menyalahkan orang lain, semakin aku gelisah.

Seperti ada sesuatu yang mengatakan bahawa ia semua salahku sebenarnya.

Aku makin keliru, tujuanku baik untuk membantu agama Allah, tapi kenapa jiwaku membentak sebegini rupa?

Aku teringat kata-kata seorang ustaz yang pernah memberikan kuliah sewaktu bertamrin dulu.

"Islam ini agama yang terbaik, ganjarannya menegakkannya juga adalah yang terbaik, nescaya perkara yang berkualiti dan terbaik itu mestilah ada mahar yang standing dengannya. Itulah dia pengorbanan dalam perjuangan"


Tersentak jiwaku ketika teringat kata-kata tersebut, otakku ligat mencari kekuatan yang terbit dicelah-celah kata tersebut.

Aduh, daifnya diriku ini selalu meletakkan kesalahan ke atas bahu yang lain sedangkan aku masih lagi mampu memikulnya.

Aku sentiasa menegakkan bahawa orang lainlah yang menjadi asbab aku terbeban sedangkan aku sendiri lalai dan sentiasa lupa kepada diri sendiri.

Dosa Yang Menghijab Amalan

"sesungguhnya didalam setiap jasad anak adam itu ada seketul daging, jika baik daging itu maka baiklah seluruhnya, jika jahat daging itu maka jahatlah seluruhnya, ketahuilah daging itu adalah hati"


Begitulah rangkap hadith yang dituturkan oleh Rasulullah dalam menegaskan tentang kepentingan hati dalam mempengaruhi tindakan yang akan dizahirkan dengan tubuh badan, terutamanya dalam mengharungi kehidupan ini sebagai seorang pejuang.

Aku meneliti ayat hadith berkenaan, lalu aku mendapat satu jawapan dan kepastian tentang bentakkan jiwaku yang tidak keruan ini.

Mungkin kerana dosa yang sentiasa aku lakukan menjadikan jiwaku penuh dengan dosa dan noda yang diibaratkan seperti titik hitam yang akan mengisi hati.

Mungkin dalam sedar atau tidak aku sendiri seronok melakukan dosa berkenaan dan perbuatan itu berterusan dalam keadaan aku yang semakin lalai dan cuai.

Bukan soal dosa besar atau kecil yang telah aku lakukan, tetapi dosa sebesar manapun ia tetap dosa dan tidak disukai Allah.

Aku Ingin Kembali

"Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taubat( taubat nasuha)"


Dengan perlahan-lahan aku teringatkan ayat Al-Quran itu.

Walaupun ringkas, tetapi punyai maksud yang dalam dan menusuk hati para pencinta agama Allah.

Sesungguhnya manusia sentiasa melakukan dosa saban hari dan waktu, tetapi ingat, sebesar manapun kesilapan yang telah dilakukan,

Allah lebih tahu akan hikmahnya dan tiada perkara diatas dunia ini yang dapat menandingi sifat pengampun Allah.

Dalam keheningan malam itu, aku mengalirkan air mata, spontan tanganku angkat dan jari jemariku susun rapi menadah tangan dalam kerendahan hati seorang hamba yang tidak berupaya melainkan dengan izin darinya.

Ya Allah aku menadah tangan ini dengan penuh pengharapan, agar kau kurniakan aku kekuatan yang pernah Kau berikan pada Rasulullah,

Kekuatan hati yang kuat dan keazaman yang betul-betul mantap,

Aku seorang hamba yang hina dihadapanMu ya Allah,
Berilah aku hidayahMu untuk memandu jalanku ini,
Suluhlah jiwaku dengan suluhan Iman,
Perhiaskan diriku dengan sifat sabar,
Dan wangikan tubuhku dengan keringat jihad menujuMu,
Ya Allah, aku sedar aku tidak layak menuntut syurgamu,
Namun aku juga tidak mampu menghadapi murkaMu,
Ya Allah berilah kemulian kepadaKu dengan gugur SYAHID dijalanMU,

Sesungguhnya tiada yang lebih besar cita-citaku selain itu,
Ya Allah berikan sahabat seperjuanganku juga kekuatan,
Jangan biarkan mereka mati melainkan dalam perjuangan menegakkan agamaMU,
Sesungguhnya aku terlalu kasih dan cinta kepada mereka,
Ya Allah, pertemukan kami dengan kekasihMu iaitu Rasulullah,
Pertemukan kami dengan sahabat-sahabat baginda,
Dan pertemukan kami dengan para pejuang Islam yang istiqamah menyatakan kebenaran agamaMu,
Ya Allah, tuhan yang Maha Sempurna, perkenankanlah doaku ini...

Friday, 9 December 2011

BiCaRA sRikAndi....


"...Ya Allah, lindungilah aku. Ya Allah, ya Tuhanku...Ya Wahid, Ya Ahad, Ya Fardu, Ya Samad, pindahkanlah aku dari dunia realiti ini. Jauhkanlah aku daripada seksaan ini semuanya. Lindungilah aku. Tempatkanlah aku di khadirat-Mu. Selubungilah aku dengan ketenteraman-Mu. Pakaikan aku dengan pakaian kecintaan-Mu. Anugerahkanlah kepadaku syahid pada jalan-Mu, hanya cinta pada-Mu, hanya redha pada-Mu, kasih sayang hanya pada-Mu. Teguhkanlah imanku, ya Allah. Teguhkanlah iman semua orang yang bergelar ahli tauhid..."
-As-Syahidah Zainab Al- Ghazali-